Khazanah
Budaya Besakih

cover

Paregunung atau disebut Pregunung di Besakih, merupakan sebuah istilah yang memiliki arti orang-orang yang memiliki kedudukan tinggi yaitu “panjak sayang” (warga yang disayangi) oleh Ida Bhatara di Besakih. “Panjak Sayang” yang dimaksud adalah orang-orang yang berdiam selawating (di sekitar) kaki Gunung Agung. Karena berdiam di sekitar gunung inilah yang menyebabkan diberi nama paregunung.

Selawating Gunung Agung yang dimaksud adalah arah utara, selatan, timur dan barat puncak gunung yang berjumlah sebanyak 13 desa adat. Pregunung ini dikategorikan tinggi atau dimuliakan atau diistimewakan dalam hal tugas dan kewajiban, ke 13 desa pregunung ini memiliki tugas-tugas khusus, kewajiban-kewajiban khusus dimana satu dengan yang lain itu berbeda kewajiban dan tugasnya dalam pelaksanaan upacara di Pura Agung Besakih. Seperti misalnya Desa Adat Pregunung Batuseasa itu memiliki tugas untuk mundut Jempana Ida Bhatara Geng. Kemudian Desa Adat Pregunung lainnya ada yang memiliki tugas menjalankan tetabuhan, mundut lelontek pajeng pagut, dan lain sebagainya. Karena mendapat tugas-tugas khusus inilah maka Masyarakat di sekitar kaki Gunung Agung ini mendapat predikat sebagai “panjak sayang” Ida Bhatara di Besakih atau disebut panjak para gunung atau lumrah disebut Desa Pregunung Besakih.

play

Pregunung Alasngandang

play

Pregunung Telung Buana

play

Pregunung Geliang

play

Pregunung Pempatan

play

Pregunung Badeg

play

Pregunung Pura

play

Pregunung Kesimpar

play

Pregunung Tegenan

play

Pregunung Pule

play

Pregunung Lebih

play

Pregunung Suwukan

play

Pregunung Temukus

play

Pregunung Batusesa